Monday, December 10, 2007
TANTRUM

Saat ini mas tupi lagi gak puguh nich .... kadang sensi ..... kadang over karena cari perhatian ..... akhirnya nemu artikel ini dari e-psikologi.com .... mudah2an bermanfaat buat ibu2 yang lain ya selamat membaca .....












Temper Tantrums atau suatu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai Tantrum) seringkali muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun.

Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit", dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur.
Sulit menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru.
Lambat beradaptasi terhadap perubahan.
Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif.
Mudah terprovokasi, gampang merasa marah/kesal.
Sulit dialihkan perhatiannya.

Tantrum termanifestasi dalam berbagai perilaku. Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku Tantrum, menurut tingkatan usia:

1. Di bawah usia 3 tahun:

Menangis
Menggigit
Memukul
Menendang
Menjerit
Memekik-mekik
Melengkungkan punggung
Melempar badan ke lantai
Memukul-mukulkan tangan
Menahan nafas
Membentur-benturkan kepala
Melempar-lempar barang

2. Usia 3 - 4 tahun:

Perilaku-perilaku tersebut diatas
Menghentak-hentakan kaki
Berteriak-teriak
Meninju
Membanting pintu
Mengkritik
Merengek

3. Usia 5 tahun ke atas

Perilaku- perilaku tersebut pada 2 (dua) kategori usia di atas
Memaki
Menyumpah
Memukul kakak/adik atau temannya
Mengkritik diri sendiri
Memecahkan barang dengan sengaja
Mengancam

Faktor Penyebab

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Tantrum. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Terhalangnya keinginan anak mendapatkan sesuatu.

Setelah tidak berhasil meminta sesuatu dan tetap menginginkannya, anak mungkin saja memakai cara Tantrum untuk menekan orangtua agar mendapatkan yang ia inginkan, seperti pada contoh kasus di awal.

2. Ketidakmampuan anak mengungkapkan diri.

Anak-anak punya keterbatasan bahasa, ada saatnya ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak bisa, dan orangtuapun tidak bisa mengerti apa yang diinginkan. Kondisi ini dapat memicu anak menjadi frustrasi dan terungkap dalam bentuk Tantrum.

3. Tidak terpenuhinya kebutuhan.

Anak yang aktif membutuh ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama. Kalau suatu saat anak tersebut harus menempuh perjalanan panjang dengan mobil (dan berarti untuk waktu yang lama dia tidak bisa bergerak bebas), dia akan merasa stres. Salah satu kemungkinan cara pelepasan stresnya adalah Tantrum. Contoh lain: anak butuh kesempatan untuk mencoba kemampuan baru yang dimilikinya. Misalnya anak umur 3 tahun yang ingin mencoba makan sendiri, atau umur anak 4 tahun ingin mengambilkan minum yang memakai wadah gelas kaca, tapi tidak diperbolehkan oleh orangtua atau pengasuh. Maka untuk melampiaskan rasa marah atau kesal karena tidak diperbolehkan, ia memakai cara Tantrum agar diperbolehkan.

4. Pola asuh orangtua

Cara orangtua mengasuh anak juga berperan untuk menyebabkan Tantrum. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan, bisa Tantrum ketika suatu kali permintaannya ditolak. Bagi anak yang terlalu dilindungi dan didominasi oleh orangtuanya, sekali waktu anak bisa jadi bereaksi menentang dominasi orangtua dengan perilaku Tantrum. Orangtua yang mengasuh secara tidak konsisten juga bisa menyebabkan anak Tantrum. Misalnya, orangtua yang tidak punya pola jelas kapan ingin melarang kapan ingin mengizinkan anak berbuat sesuatu dan orangtua yang seringkali mengancam untuk menghukum tapi tidak pernah menghukum. Anak akan dibingungkan oleh orangtua dan menjadi Tantrum ketika orangtua benar-benar menghukum. Atau pada ayah-ibu yang tidak sependapat satu sama lain, yang satu memperbolehkan anak, yang lain melarang. Anak bisa jadi akan Tantrum agar mendapatkan keinginannya dan persetujuan dari kedua orangtua.

5. Anak merasa lelah, lapar, atau dalam keadaan sakit.

6. Anak sedang stres (akibat tugas sekolah, dll) dan karena merasa tidak aman (insecure).

Tindakan

Dalam buku Tantrums Secret to Calming the Storm (La Forge: 1996) banyak ahli perkembangan anak menilai bahwa Tantrum adalah suatu perilaku yang masih tergolong normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan, suatu periode dalam perkembangan fisik, kognitif dan emosi anak. Sebagai bagian dari proses perkembangan, episode Tantrum pasti berakhir. Beberapa hal positif yang bisa dilihat dari perilaku Tantrum adalah bahwa dengan Tantrum anak ingin menunjukkan independensinya, mengekpresikan individualitasnya, mengemukakan pendapatnya, mengeluarkan rasa marah dan frustrasi dan membuat orang dewasa mengerti kalau mereka bingung, lelah atau sakit. Namun demikian bukan berarti bahwa Tantrum sebaiknya harus dipuji dan disemangati (encourage). Jika orangtua membiarkan Tantrum berkuasa (dengan memperbolehkan anak mendapatkan yang diinginkannya setelah ia Tantrum, seperti ilustrasi di atas) atau bereaksi dengan hukuman-hukuman yang keras dan paksaan-paksaan, maka berarti orangtua sudah menyemangati dan memberi contoh pada anak untuk bertindak kasar dan agresif (padahal sebenarnya tentu orangtua tidak setuju dan tidak menginginkan hal tersebut). Dengan bertindak keliru dalam menyikapi Tantrum, orangtua juga menjadi kehilangan satu kesempatan baik untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap emosi-emosi yang normal (marah, frustrasi, takut, jengkel, dll) secara wajar dan bagaimana bertindak dengan cara yang tepat sehingga tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut.

Pertanyaan sebagian besar orangtua adalah bagaimana cara terbaik dalam menyikapi anak yang mengalami Tantrum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kami mencoba untuk memberikan beberapa saran tentang tindakan-tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi hal tersebut.
Tindakan-tindakan ini terbagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

Mencegah terjadinya Tantrum
Menangani Anak yang sedang mengalami Tantrum
Menangani anak pasca Tantrum

Pencegahan

Langkah pertama untuk mencegah terjadinya Tantrum adalah dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan anak, dan mengetahui secara pasti pada kondisi-kondisi seperti apa muncul Tantrum pada si anak. Misalnya, kalau orangtua tahu bahwa anaknya merupakan anak yang aktif bergerak dan gampang stres jika terlalu lama diam dalam mobil di perjalanan yang cukup panjang. Maka supaya ia tidak Tantrum, orangtua perlu mengatur agar selama perjalanan diusahakan sering-sering beristirahat di jalan, untuk memberikan waktu bagi anak berlari-lari di luar mobil.

Tantrum juga dapat dipicu karena stres akibat tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan anak. Dalam hal ini mendampingi anak pada saat ia mengerjakan tugas-tugas dari sekolah (bukan membuatkan tugas-tugasnya lho!!!) dan mengajarkan hal-hal yang dianggap sulit, akan membantu mengurangi stres pada anak karena beban sekolah tersebut. Mendampingi anak bahkan tidak terbatas pada tugas-tugas sekolah, tapi juga pada permainan-permainan, sebaiknya anak pun didampingi orangtua, sehingga ketika ia mengalami kesulitan orangtua dapat membantu dengan memberikan petunjuk.

Langkah kedua dalam mencegah Tantrum adalah dengan melihat bagaimana cara orangtua mengasuh anaknya. Apakah anak terlalu dimanjakan? Apakah orangtua bertindak terlalu melindungi (over protective), dan terlalu suka melarang? Apakah kedua orangtua selalu seia-sekata dalam mengasuh anak? Apakah orangtua menunjukkan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan?

Jika anda merasa terlalu memanjakan anak, terlalu melindungi dan seringkali melarang anak untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan anak, jangan heran jika anak akan mudah tantrum jika kemauannya tidak dituruti. Konsistensi dan kesamaan persepsi dalam mengasuh anak juga sangat berperan. Jika ada ketidaksepakatan, orangtua sebaiknya jangan berdebat dan beragumentasi satu sama lain di depan anak, agar tidak menimbulkan kebingungan dan rasa tidak aman pada anak. Orangtua hendaknya menjaga agar anak selalu melihat bahwa orangtuanya selalu sepakat dan rukun.


Ketika Tantrum Terjadi

Jika Tantrum tidak bisa dicegah dan tetap terjadi, maka beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua adalah:

Memastikan segalanya aman. Jika Tantrum terjadi di muka umum, pindahkan anak ke tempat yang aman untuknya melampiaskan emosi. Selama Tantrum (di rumah maupun di luar rumah), jauhkan anak dari benda-benda, baik benda-benda yang membahayakan dirinya atau justru jika ia yang membahayakan keberadaan benda-benda tersebut. Atau jika selama Tantrum anak jadi menyakiti teman maupun orangtuanya sendiri, jauhkan anak dari temannya tersebut dan jauhkan diri Anda dari si anak.
Orangtua harus tetap tenang, berusaha menjaga emosinya sendiri agar tetap tenang. Jaga emosi jangan sampai memukul dan berteriak-teriak marah pada anak.
Tidak mengacuhkan Tantrum anak (ignore). Selama Tantrum berlangsung, sebaiknya tidak membujuk-bujuk, tidak berargumen, tidak memberikan nasihat-nasihat moral agar anak menghentikan Tantrumnya, karena anak toh tidak akan menanggapi/mendengarkan. Usaha menghentikan Tantrum seperti itu malah biasanya seperti menyiram bensin dalam api, anak akan semakin lama Tantrumnya dan meningkat intensitasnya. Yang terbaik adalah membiarkannya. Tantrum justru lebih cepat berakhir jika orangtua tidak berusaha menghentikannnya dengan bujuk rayu atau paksaan.
Jika perilaku Tantrum dari menit ke menit malahan bertambah buruk dan tidak selesai-selesai, selama anak tidak memukul-mukul Anda, peluk anak dengan rasa cinta. Tapi jika rasanya tidak bisa memeluk anak dengan cinta (karena Anda sendiri rasanya malu dan jengkel dengan kelakuan anak), minimal Anda duduk atau berdiri berada dekat dengannya. Selama melakukan hal inipun tidak perlu sambil menasihati atau complaint (dengan berkata: "kamu kok begitu sih nak, bikin mama-papa sedih"; "kamu kan sudah besar, jangan seperti anak kecil lagi dong"), kalau ingin mengatakan sesuatu, cukup misalnya dengan mengatakan "mama/papa sayang kamu", "mama ada di sini sampai kamu selesai". Yang penting di sini adalah memastikan bahwa anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya ada dan tidak menolak (abandon) dia.


Ketika Tantrum Telah Berlalu

Saat Tantrum anak sudah berhenti, seberapapun parahnya ledakan emosi yang telah terjadi tersebut, janganlah diikuti dengan hukuman, nasihat-nasihat, teguran, maupun sindiran. Juga jangan diberikan hadiah apapun, dan anak tetap tidak boleh mendapatkan apa yang diinginkan (jika Tantrum terjadi karena menginginkan sesuatu). Dengan tetap tidak memberikan apa yang diinginkan si anak, orangtua akan terlihat konsisten dan anak akan belajar bahwa ia tidak bisa memanipulasi orangtuanya.

Berikanlah rasa cinta dan rasa aman Anda kepada anak. Ajak anak, membaca buku atau bermain sepeda bersama. Tunjukkan kepada anak, sekalipun ia telah berbuat salah, sebagai orangtua Anda tetap mengasihinya.

Setelah Tantrum berakhir, orangtua perlu mengevaluasi mengapa sampai terjadi Tantrum. Apakah benar-benar anak yang berbuat salah atau orangtua yang salah merespon perbuatan/keinginan anak? Atau karena anak merasa lelah, frustrasi, lapar, atau sakit? Berpikir ulang ini perlu, agar orangtua bisa mencegah Tantrum berikutnya.

Jika anak yang dianggap salah, orangtua perlu berpikir untuk mengajarkan kepada anak nilai-nilai atau cara-cara baru agar anak tidak mengulangi kesalahannya. Kalau memang ingin mengajar dan memberi nasihat, jangan dilakukan setelah Tantrum berakhir, tapi lakukanlah ketika keadaan sedang tenang dan nyaman bagi orangtua dan anak. Waktu yang tenang dan nyaman adalah ketika Tantrum belum dimulai, bahkan ketika tidak ada tanda-tanda akan terjadi Tantrum. Saat orangtua dan anak sedang gembira, tidak merasa frustrasi, lelah dan lapar merupakan saat yang ideal.


Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa kalau orangtua memiliki anak yang "sulit" dan mudah menjadi Tantrum, tentu tidak adil jika dikatakan sepenuhnya kesalahan orangtua. Namun harus diakui bahwa orangtualah yang punya peranan untuk membimbing anak dalam mengatur emosinya dan mempermudah kehidupan anak agar Tantrum tidak terus-menerus meletup. Beberapa saran diatas mungkin dapat berguna bagi anda terutama bagi para ibu/ayah muda yang belum memiliki pengalaman mengasuh anak. Selamat membaca, semoga bermanfaat
.(jp)

Labels:

Tuesday, February 20, 2007
Buku yang sedang digarap
Masih inget cerita ttg ngobrol dengan anak gadisku ......??
Gara2 itu akhirnya ibu cari2 buku yang pengen menambah pengetahuan gimana caranya membertahukan pengetahun sex yang bener kepada anak2 ku ...
Akhirnya browsing di inibuku.com dapetlah buku "Bicara Sex dengan anak anda" .karangan David L Scherrer dan Linda M Klepacki..... sebenernya ada hal2 yang kurang sreg karena buku ini mengambil referensi dari bibel sementara ibu khan belom pernah baca bibel secara detail, pernah sich liat2 waktu pengajian sama Irena Handono di wisma kodel dan sekarang dah lama banget gak pernah ikutan (hehehehehhe mualesnya kumat) .... tapi bagaimanapun intinya buku ini bagus kok meski bacanya lompat2 ada beberapa hal yang ibu bisa ambil sebagai referensi dalam penyampaian ttg pengetahuan sex kepada bocah2 .... sebut saja isinya tentang waktu yang tepat untuk bicara, Keintiman dan Batasan, Menghadapi Kebohongan, Pendidikan seks Fakta yang Mengejutkan dll .....
Ntar kalo dah tamat ..... ta sharing ya .......

Labels:

Wednesday, January 24, 2007
Cerita dari hati ke hati .....dengan anak gadisku ...
Kemaren pulang kantor duuuh keujanan booo .... sempet kesel bin sebel karena minta jemput sama si Bapak gak bisa katanya masih meeting ... walhasil setelah turun dari mobil temen yang biasa di tebengin ... ngojek dech kite sambil ujan2 gitu ..... nyampe rumah jibreg dech basah kuyup ..... langsung mandi ...... brrrrrrrr dingin banget tapi seger seeh .....

Masuk kamar ternyata Fanny lagi nonton TV sambil nungguin mas Tupi yang lagi tidur nyenyak banget .... diliat2 kok acara TV nya agak aneh gitu trus ta tanya "Acara apa sich Teh ??" itu buuu "Back Street" ..... "Apa itu ??" trus dia njelasin dengan semangatnya "Itu si ce ama co ini pacaran tapi ortunya si ce itu galak si ce nya gak boleh pacaran dulu .... jadi mereka back street ......" ...... "Oooooooo..... " melongo sambil takjub gitu denger penjelasan bocah kelas 4 SD ini ...... dalam hati nggerendeng ...."Duuuh jangan2 anak gw dah ngerti pacaran neeeh ...." trus akhirnya ta pancing ...." Ntar kalo teteh punya pacar jangan gitu ya ... kenalin sama Ibu& Bapak" ..... trus dia jawab ..."yaaa lah ... tenang aja ...." "waaaaaaaaaaaks .... jawaban ta terduga" ..... akhirnya kita ngobrol lanjut .... saya berusaha jadi temennya dia.... " Emang sekarang teteh dah punya pacar ??" ..... "belooooooom Bu ...." dengan malu2 dia jawab.... "Hmmm kalo temen2 teteh udah ada yang punya pacar belom ??" ..... "Ada ..... lucu dech Bu ... masa teteh sekarang lagi nyoblangin Tia saman Bambang ......" ..... " O yaaaaaaa .... ??!!" mulai rada kaget .... "Gimana ceritanya ??" ..... "Jadi gini Bu .... khan Tia suka sama Bambang tapi dia gak berani ngomong trus teteh sama Indah diminta jadi comlang ..... trus ..... ternyata si Indah juga gak berani ngomong sama Bambang .... akhirnya tetehlah yang ngomong sama Bambang" ...... (duuuh berani juga anak gw neeeh ) .... "trus teteh ngomong apa sama Bambang ??" tanya ku penasaran ...... "teteh bilang .... Bang ... lo suka gak sama itu tuh (matanya sambil agak2 melirik gitu maksudnya nunjuk si Tia) .... trus Bambangnya diem aja .... eeeh gw serius nich ... kesian loo dia gak semangat belajar gitu mikirin elo ... (duuuh anak gw .....) ..... eeeh si Bambangnya masih diem aja Bu digituin ama teteh ..... ya udah kalo lo gak mau jawab kata teteh sambil nggeloyor pergi .... trus si Bambangnya tereak ..."ya dech mau mau ...." ya teteh seneng dooonk trus ngasih tau Tia & Indah di kelas .... kita tereak dech bertiga "Berhasil-berhasil !!" (kebayang kayak si Dora jingkrak2 ....) ...... "trus gimana sekarang mereka pacaran teh ??" tanyaku makin penasaran sambil sedikit menahan rasa geli pengen ketawa duuuh kelakuan anak SD sekarang kok gini ya .... "Nggak Buu belom pacaran ...." "lho kok ??!!"..... "Soalnya si Tia masih nunggu khan belom di tembak sama si Bambang" ..... waaaak gubraaaak ... !!! di tembak boooooooo ..... bahasanya ABG banget ..... " hmmm gitu ceritanya .... boleh gak ibu komentar ?? " tanyaku ...."Boleh ....." ..... "Besok2 teteh jangan mau ya jadi makcomlang ......" "Teteh tau kenapa ibu bilang begitu ..... takut nanti yang dicomlangin malah suka sama teteh khan ....?" Waduuuuuuuuh nich anak "Kobe (kokolot begog) banget..... "Oooo bukan itu ..... ibu takut nanti kalo ortunya Bambang ato Tia ato bu guru tau ntar teteh yang disalahin .... jangan lagi ya sayang .... cukup Tia & Bambang aja ya .... jangan lagi2 ..... " "ya sich temen teteh juga bilang jangan mau Fan ... ntar berbalik kamu jadi sasaran lho ... " agak bingung ..... maksudnya paan nich .... "Ya pokoknya jangan mau lagi dech ntar teteh yang disalahin sama ortu dan bu guru ... ok ??!" .... "Ya buu teteh gak bakalan mau lagi dech ....." hmmmm alhamdulillah ......
Sambil nonton acara itu .... aku balik tanya "Hmm teteh tau gak milih cowok seperti apa kalo mau dipacarin ??" ... (stupid question gak seeeh ??... cuma pengen tau aja seeeh ...) ... dia jawab dengan lugasnya "Tauu donk .... yang sopan santun, ta'at beribadah dan pinter ...." ..... "ooooo... gitu ya " (takjub sambil agak melongo bentar ......) ..... "Emang gak perlu cakep ya ?? .... teteh emang mau dipacarin orang gak cakep ??" tanyaku iseng ..... dia agak mikir bentar sambil agak nyengir .... "Ya iya atuh Buuu itu mah dah gak usah disebutin ..... mana mau pacaran ama orang jelek " hehehhehehehehehe ......... kita ketawa berdua cekikikan .... sampe mas tupi kebangun dech .......
Catatan buat saya : .... Ternyata ya ... anak sekarang tuch lebih cepat dewasa dari usianya .... banyak faktor yang membuat seperti itu ... lingkungan sekolah, tayangan TV dll ..... dari cerita diatas kayaknya saya harus rutin ngajak si teteh cerita2 gitu .... biar tau sampai dimana sich pemahaman dia tentang sesuatu ......

Labels:

Tuesday, August 15, 2006
Parenting Islami
Artikel ini didapet dari temen yang ikut acara seminar Parenting di Wisma Dharmala Sakti.

Family Guideline: Ridha Salamah & Abu Zaid

"Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami Berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik(yaitu surga ‘adn) yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan Orang-orang shaleh dari bapak-bapak mereka,istri-istri mereka dan anak cucu mereka Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu sambil mengucapkan “Salaamun ‘alaikum bi maa shabartum”Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (Q.S. Ar Ra’du : 22-24)"

Visi dan Misi Keluarga Muslim
1. Mencetak generasi khairu ummah
2. Ta’awun ‘ala al birri wa at-taqwa
3. Menopang peradaban luhur
4. Menyelamatkan dari murka Allah (Q.S. At
Tahriim : 6)
5. Fastabiq al khayrat

Bercermin kepada Rumah Tangga Rasulullah SAW
1. Persahabatan yang intens
2. Rasul terlibat dalam pendidikan anak sejak dini
3. Penyiapan istri dan anak-anak untuk turut
memikul tugas menegakkan peradaban

PASUTRI
1. Sahabat Sejati
2. Menjadi pakaian : membangun citra,
meningkatkan percaya diri, melindungi
3. Mitra membangun kontribusi menegakkan
peradaban luhur
4. Menjadi subyek perubahan sosial
5. Menundukkan masalah dengan bimbingan iman

Membagi Peran
1. Demi ketaatan kepada Allah Sang Pencipta
2. Harmonisasi terbangun bukan oleh tuntutan
selera
3. Tanggung jawab tak pernah berpindah
4. Saling menolong, memudahkan, menunaikan hak,
bukan menuntut hak
5. Landasan iman menjadi pondasi bangunan

Langkah Persiapan Calon Istri
1. Menjadi istri sejati, bukan sekedar menjadi
boneka pajangan
2. Menjadi pendamping hidup, bukan sekedar tukang
masak, tukang jahit, tukang bersih-bersih
3. Menjadi mitra bukan ‘bawahan’
4. Bekal disiapkan sejak dini

Bekal Menjadi Istri
1. Kesiapan berkorban dalam ketaatan kepada Allah
(tsaqafah Islam pembentuk kepribadian Islam)
2. Memelihara kesehatan dan kecantikan fisik
3. Ketrampilan untuk menciptakan suasana tentram
4. Ketrampilan manajerial (POAC, disiplin waktu
dll)
5. Menundukkan egoisme, membangun empati,
simpati, mengarahkan peningkatan kualitas diri

Bekal Menjadi Suami
1. Kepemimpinan bukan privilege
2. Bekal tsaqafah Islam pembentuk kepribadian
Islam
3. Ketrampilan manajerial
4. Menjadi programmer, teamwork builder
5. Terdepan dalam pengorbanan
6. Trampil sebagai problem solver dengan
bimbingan iman

Memulai Persahabatan
1. Hati-hati memilih, jangan terpedaya
2. Orientasi ibadah, jangan terbelokkan
3. Ta’aruf bukan sembarang penjajagan
4. Prosesi yang menentukan
5. Bebaskan rumah tangga dari intervensi sejak
dini
6. Terikat dan terlepas karena Allah…

Mutiara-mutiara Kecil
1. Anugerah (Q.S Asy Syuura : 49-50)
2. Amanah (Q.S. At Tahriim : 6)
3. Ujian (Q.S. At Taghabun : 14-15)
4. Perhiasan (Q.S. Al Kahfi : 46)

Target Parenting
1. Mencetak khairu ummah
2. Melahirkan generasi pemimpin (li-al muttaqiina
imaaman)
3. Anak unggul dengan pondasi aqidah Islam
(shaleh/shalehah, cerdas dengan multiple
intellegence, sehat, berkarakter memimpin)
4. Mencetak generasi problem solver bukan trouble
maker

Meraih Target Parenting
1. Peka terhadap perkembangan Anak
2. Waspadai teladan-teladan yang menentukan
3. Pendidikan sepanjang waktu (Be fulltimer
parents)
4. Setiap stimulan berpengaruh terhadap Character
Building
5. Bijak merespon perkembangan anak mengacu
kepada target parenting

Perlu Kepekaan Ibu untuk :
1. Mengamati ekspresi dan perbuatan anak
2. Menganalisa potensi yang dimiliki anak
3. Menganalisa penyebab masalah anak
4. Melakukan langkah-langkah perbaikan secara
sistematis dengan pemilihan cara dan
penggunaan sarana yang tepat

TINGKATKAN KUALITAS IBU
1. Banyak membaca, diskusi, mengamati media massa
terkait anak
2. Rajin mengamati perilaku anak (setiap anak
unik dan menarik untuk diamati)
3. Menganalisa perilaku anak dengan memberi
solusi Islam
4. Menghadiri forum-forum
diskusi,training,seminar,pengajian dan lain-
lain
5. Melatih membuat program dan schedule
pendidikan yg tepat untuk anak Senantiasa
muhasabah diri
6. Peningkatan kualitas ibadah Mahdhah Aulawiyyat
7. Memunculkan daya kreativitas
8. Terus belajar dan mengajarkan kepada orang lain
9. Berdaya juang tinggi dan berani ambil resiko
10.Bergaulah dengan orang yang berkualitas tinggi
11.Tawakkal

Beberapa Kiat Praktis (dalam Family Guideline Book 4)
1. Mengenalkan dan mencintai Allah
2. Menanamkan cinta Rasul
3. Mengajak gemar berbuat baik
4. Membiasakan anak beribadah

Mengajari anak tentang konsep uang
1. Mengatasi kebiasaan jajan
2. Megatasi kenakalan anak
3. Menanamkan kecintaan terhadap ilmu


Rumahku = Surgaku
1. Kondusif bagi ketaatan seisi rumah kepada Allah
2. Tersuasana berlomba dalam taqwa
3. Menentramkan, mawaddah wa rahmah
4. Bagian penopang peradaban luhur
5. Mengantar seisi rumah kepada peningkatan
valensi diri

Mari Bersama Merajut Solusi
Menuju Optimalisasi Peran Keluarga Menuju
Tegaknya Peradaban Islam

Labels:

Thursday, March 23, 2006
Permainan yang mencerdaskan bayi (Part 1)

Sumber : Ayah Bunda


Tahapan Perkembangan Bayi Usia 0-4 bulan
Usia 0-1 bulan
Kemampuan yang dicapai: Mulai memilah-milah dan mengenali beberapa rangsang dari luar dirinya

Usia 1-2 bulan
Kemampuan yang dicapai: Mengangkat kepala, Memberi respon terhadap suara, Berkomunikasi melalui tatapan, gerakan tubuh dan tangisan, Dapat melihat benda dengan pola hitam-putih, Dapat mengikuti dan memfokuskan pandangan pada sebuah objek.

Usia 2-3 bulan
Kemampuan yang dicapai: Mengangkat kepala dan menahannya untuk beberapa saat, Mulai tersenyum jika mendengar suara ayah atau ibu, Mulai berceloteh "ahh " atau "ohh" dan mendekut (coing).

Usia 3-4 bulan
Kemampuan yang dicapai: Menunjukkan ekspresi dengan tertawa, Mengangkat kepala dengan stabil, Mengenali muka bau dan mulai mengenali sosok orang tuanya, Mulai tertarik memberhatikan tubuhnya sendiri.

Berbagai Mainan Sesuai Perkembangan

Mainan Gantung



Mainan jenis ini membantu bayi mengenai rangsang visual dan memfokuskan perhatian. Warna2 dan gemerincing suara mainan ini mengasah pancaindera bayi usia 0-4 bulan yang tengah berkembang pesat. Anda bisa mendapatkan mainan ini di hampir semua toko perlengkapan bayi. Ada berbagai variasi. Ada yang menyatu dengan tempat tidur bayi, ada pula yang berdiri sendiri sehingga saat digantungkan bertumpu pada langit2 tempat tidur. Pilih mainan gantung berupa panduan warna2 cerah, hitam, putih dan merah. Warna 2 ini membantu menstimulasi indera penglihat anak.

Mainan untuk digigit (teethers atau biting toys)





Indera pengecap termasuk salah satu yang haus rangsang. Hampir semua kegiatan bayi usia 0-4 bulan melibatkan kegiatan memasukkan benda ke mulut. Meski permainan ini lebih merupakan kegiatan eksplorasi solitaire (sendirian, tanpa teman main), namun jenis mainan ini penting dan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Bola berbahan lembut.

Meskipun belum mampu memegang bola, bayi usia 0-4 bulan membutuhkan bola terbuat dari kain lembut dengan warna-warna cerah yang kontras dan mudah dicuci berukuran sedang. Bola adalah mainan yang menarik indera penglihat dan peraba/perasa si kecil. Selain aman bola merupakan mainan yang mudah anda temukan di toko mainan atau toko perlengkapan bayi.

Gelang Gemerincing (rattle)

Termasuk mainan klasik dan populer. Disetiap masa perkembangan, mainan jenis ini pasti ada. Mainan berupa gelang yang dirangkai dengan bahan menimbulkan bunyi gemerincing saat digoncangkan ini melatih koordinasi indera penglihat, pendengar dan tangan. Bayi akan terpesona dengan bunyi dan warna-warni bahan mainan ini yang sangat menarik. Selain melatih indera, mainan jenis ini memperkenalkan bayi pada logika sebab akibat. Ia tahu, jika digoncangkan mainan akan bergemerincing. Sejalan dengan perkembangan zaman, mainan jenis ini muncul dalam berbagai desain dan dapat dijumpai di semua toko perlengkapan bayi.

Boneka karet.

Biasanya dijual dalam bentuk boneka binatang yang berbunyi saat dipegang atau digigit. Selain dapat dimainkan sendirian, mainan ini dapat pula digunakan untuk bermain bersama orang tua saat mandi. Fungsi mainan ini mengasah indera sekaligus melatih perhatian dan memperkenalkan logika sebab-akibat karena mainan akan berbunyi jika digigit atau di genggam.

Labels:

Tuesday, March 21, 2006
Bekal untuk merawat si kecil (Tamat)




Sambungan .................
Membersihkan mata, hidung dan telinga ......
Selain mandi, masih ada "ritual" lainnya yang juga perlu perhatian, yaitu membersihkan mata, hidung dan telinga.
Mata
Gunakan kapas bulat yang sudah dibasahi dengan air matang. Cara membersihkannya, dari ujung luar mata ke arah hidung. Ganti kapas bila akan membersihkan mata yang lain.
Hidung
Gunakan kapas bertangkai, namun jangan masukkan kapas ke lubang hidung terlalu dalam
Telinga
Gunakan pula kapas bertangkai yang telah dicelupkan dalam baby oil. Bersihkan bagian daun telinganya saja, bukan lubang telinganya.
Membersihkan kelamin si buyung dan upik.
membersihkan kelamin bayi memang gampang2 susah. Jika si kecil buang air besar, siapkan dulu perlengkapannya. Yaitu air hangat dalam baskom, tisu atau kain lembut, kapas bulat, popok dan celana.
Caranya adalah sebagai berikut :
  • Buka popoknya, angkat kedua kaki bayi dengan sebelah tangan, sementara itu sebelah tangan satu lagi menarik dan menutup kotoran bayi dengan sebagian popok, untuk membatasi badan bayi dengan kotorannya. Bersihkan bekas kotooran bayi yang menempel di pantat dan sekitarnya dengan ujung2 popok yang bersih.
  • Selanjutnya, bersihkan dengan tisu atau kapas bulat yang telah dibasahi, baru singkirkan popok kotornya. Bersihkan bekas kotoran ke arah anus. Hal ini sangat penting pada bayi perempuan, agar vaginanya tida terinfeksi oleh kotoran. Khusus untuk bayi perempuan, bersihkan juga kelaminnya dengan cara mengucuri air dari atas ke bawah sampai bersih. Cara ini untuk menghindari kemungkinan iritasi bila menggunakan tisu atau kapas.
  • Jika kotoran bayi sudah terlanjur lengket, anda dapat membasuh bagian yang kotor itu dengan air, baru membersihkannya dengan kapas atau tisu. Keringkan pantat bayi dengan menekan-nekankan kain atau handuk lembut.
  • Anda boleh mengoleskan baby oil di bokong dan lipatan pahanya agar kulit bayi tetap kering, tidak lembab. Untuk bayi perempuan, jangan lupa membersihkan lipatan2 di sekitar kelaminnya, termasuk lipatan paha. Sementara untuk bayi laki2, agar tidak terjadi penyumbatan di ujung penisnya, anda dapat menarik ujung penis tersebut ke arah pangkao, lalu bersihkan dengan kapas basah. Kemudian, siram ujungnya dengan air dan dorong kembali ujung penis.

Cara mudah memakaikan baju.

Setelah si kecil bersih dan harum seusai mandi, anda tinggal memakaikan baju. Bagi orang tua baru, memakaikan baju memang tampaknya rumit. Untuk melakukannya anda bisa mengikuti langkah2 berikut:

Baju Bukaan depan

Masukkan tangan kanan bayi ke lubang lengan kanannya, angkat badan bayi dengan tangan kanan dan selipkan baju bayi dengan tangan kiri anda ke bagian belakang bayi, kemudian masukkkan tangan bayi ke lubang lengan kirinya.

Baju kaos tanpa kancing

Anda perlu meregangkan bagian leher baju dengan jari anda. Kemudian masukkan kepala bayi sampai ke leher. Setelah itu regangkan lengan baju kiri dengan jari anda, dan masukkan tangan kiri bayi ke ldalam lubang lengan itu dengan tangan kanan anda. Begitu juga dengan tangan kanannya.

Baju berlengan panjang.

Gulungkan lebih dahulu lengan bajunya, kemudian regangkan dan masukkan tangan bayi ke lubang lengan yang sudah diregangkan tersebut. Hati2 jangan sampai jari jemarinya yang mungil itu tersangkut bajunya.

Hmmmmmm Tamat Sudah dech ................ si baby siap diajak JJS .....

Labels:

Thursday, March 16, 2006
Bekal untuk merawat si kecil (Part 2)
terusin ya ................
Perawatan setelah mandi.
Setelah tubuh bayi anda keringkan, untuk menghangatkan tubuhnya anda dapat mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih pada perut, punggung dan telapak tangan kaki bayi. Setelah itu, untuk menjaga kesegaran kulit bayi, berilah bedak pada dada, perut dan punggung bayi. Untuk meratakan bedak ke seluruh tubuh bayi, gunakan spons. Jangan sekali-kali menepuk-nepukkan bedak ketubuhnya, karena debu bedak akan terhisap oleh bayi. Selain itu, hindari pemakaian bedak di daerah sekitar kelamin. Hal ini untuk menghindari terkumpulnya gumpalan2 bedak yang dapat masuk ke dalam kelamin, terutama pada bayi perempuan. Gumpalan2 bedak juga bisa membuat iritasi pada daerah kelami.
Untuk mempertahankan kelembaban, oleskan baby oil atau baby lotioan pada daerah lipatan2 paha, pantat, tangan atau leher, hal ini bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban kulit. Untuk kesegaran rambut, anda boleh memberikan hair baby lotion. Sedangkan untuk keharuman tubuh bayi, anda memberinya baby cologne.
Perawatan tali pusat.
Tali pusat yang belum lepas dan masih dibungkus oleh kain kasa, boleh saja kena air ketika anda memandikan atau membersihkan bagian tubuh lain bayi anda. Yang penting, jagalah selalu kebersihan tali pusat bayi agar tida mengalami infeksi.
Untuk itu sebaiknya bersihkan tali pusat yang belum lepas dua kali shari setelah madi. Begitu pula, segera ganti popok yang basa karena kencing, agar tidak sampai mengenai tali pusat.
Tanda2 infeksi tali pusat adalah bila daerah di sekitar tali pusat bengkak atau bernanah, dan si kecil mengalami demam. Anda juga perlu tahu bahwa lepasnya tali pusat pada setiap bayi tidak sama, antara 5-21 hari. Jadi anda tak perlu mengkhawatirkan tali pusat yang belum lepas, selama tidak memperlihatkan tanda-tanda infeksi.
Berikut adalah cara tepat untuk merawat tali pusat agar tidak terinfeksi:
  • Setelah mandi, bukalah kain kasa pembungkus tali pusat bayi dengan hati2 bersihkan sisi2 tepi tali pusat itu dengan mempergunakan cotton buds yang dibubuhi alkohol 70%. Hal in harus dilakukan secara cermat dan hati2, apalagi jika tali pusat bayi masih berwarna merah.
  • Rendam kain kasa steril ke dalam alkohol 70% dan gunakan sebagai pembungkus tali pusat. Lilit kain kasa pada tali pusat, namun jangan sampai terlalu ketat karena akan menyakiti bayi. Lalu lipat kain kasa ke arah atas dan tempelkan dengan plester khusus untuk bayi.

Next...... Membersihkan mata, hidung, telinga ......................


Labels:

Bekal untuk merawat si kecil (Part 1)

Sumber : Ayah Bunda
Mandi, membersihkan kulit.
Persiapan
Sebelum mulai memandikan sebaiknya seluruh perlengkapan memandikan bayi sudah dipersiapkan dahulu.
  • Siapkan handuk, sabun dan shampo bayi di meja dekat tempat bayi akan dimandikan; termasuk kosmetika bayi seperti bedak, baby oil. Siapkan pula baju dan popok dalam keadaan siap dipakaikan.
  • Tuang air dingin ke dalam ember mandi, baru kemudian air panas. Suhu air mandi ideal untuk bayi sampai usia dua bulan adalah 40 derajat celcius. Setelah bayi berumur lebih dari dua bulan, suhu air dapat diturunkan sampai kira2 27 der cel. Pengukuran suhu air mandi dapat dilakukan dengan termometer atau siku lengan anda ( hmmmm maksudnya gimana ya ??)

Cara yang aman
Tahap2 yang perlu diperhatikan dalam memandikan bayi.

  • Mulailah memandikan dengan menyiram dan mengeramasi rambut bayi dengan sampo. Kemudian menyiram dan menyabuni tubuh, tangan dan kaki (termasuk lipatan leher, ketiak, paha serta kaki) sampai merata.Untuk memudahkan, pada bayi baru lahir, tahap2 ini bisa dilakukan di atas meja bayi. Ketika akan membilas, baru bayi diangkat dan dimasukkan ke dalam ember. Pembilasan ini juga bisa tetap dilakukan di atas meja, yaitu dengan menggunakan kain lap, terutama jika si kecil sedang demam. Tapi bila anda sudah cukup terampil dan berani, anda bisa melakukan itu semua langsung di ember mandi bayi.
  • Angkat bayi dengan cara meletakkan pergelangan kiri anda di belakan tengkuk bayi, kemudian pegang era2 lengan atas kiri baji (telunjuk di bawah ketiak), sementara tangan kanan anda memegang tubuhnya. Setelah tubuh bayi terendam air, tangan kanan anda dapat menyiramkan air dan membersihkan tubuh dan rambut bayi. Soal penggunaan tangan kanan atau kiri ini bergantung kebiasaan setiap orang.
  • Untuk membersihkan bagian punggungnya, balikkan tubuh bayi, carannya, pegang dada bayi dengan tangan kanan anda dan balikkan tubuhnya. Setelah itu, sangga badan bayi dengan lengan kiri anda dan pegang erat2 ketiaknya, sementara tangan kanan sudah bebas kembali untuk membersihkan tubuh bayi. Kemudian, angkat dan bungkus bayi dengan handuk. Keringkan tubuhnya dengan menekan-nekankan handuk , jangan menggosok keras handuk pada bagian lipatan2 paha, lutut, ketiak serta jari jemarinya yang mungil, karena bisa melukai kulit.

Hmmmmm panjang lebar gini ya ..... baru memandikan ...... next posting : Perawatan setelah mandi ....

Labels: